Rembuk Stunting Pekon Panutan 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

Rembuk Stunting Pekon Panutan 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

update peristiwa
Senin, 31 Agustus 2026


Updateperistiwa.com, PRINGSEWU, LAMPUNG — Pemerintah Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat komitmen dan sinergi seluruh pihak dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pekon Panutan, Senin (31/8/2026), menjadi forum penting untuk mengevaluasi kondisi stunting sekaligus membahas langkah konkret yang perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari tingkat pemerintah pekon, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

Rembuk stunting tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Pekon Panutan, Agustari, serta Camat Pagelaran, Eko Subagio, S.Pd. Hadir pula Kepala UPT Puskesmas Pagelaran, Ida Sundari Said, pendamping lokal desa, bidan desa, penyuluh keluarga berencana (KB), Ketua BHP Pekon Panutan, kader pembangunan manusia (KPM), serta kader Posyandu Pekon Panutan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan stunting tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi dan langkah yang terintegrasi agar penanganan terhadap anak yang mengalami stunting maupun upaya pencegahan terhadap balita lainnya dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa dari 160 balita yang ada di Pekon Panutan, terdapat 12 anak yang tercatat mengalami stunting. Data tersebut menjadi perhatian bersama dan sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat intervensi serta pendampingan terhadap anak dan keluarga yang membutuhkan.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin. Tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan memastikan keluarga mendapatkan pendampingan dan pemahaman mengenai pemenuhan kebutuhan gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Pemerintah Pekon Panutan menilai rembuk stunting merupakan momentum untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. Setiap unsur memiliki peran masing-masing, baik dalam melakukan pendataan, pemantauan, edukasi kepada masyarakat, maupun memberikan pelayanan dan pendampingan kepada keluarga yang memiliki balita.

Peran kader Posyandu dan KPM juga menjadi sangat penting karena berada di tengah masyarakat dan dapat membantu melakukan pemantauan kondisi balita secara berkala. Data dan temuan di lapangan selanjutnya dapat menjadi bahan koordinasi dengan tenaga kesehatan maupun pemerintah pekon untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Selain penanganan terhadap anak yang sudah teridentifikasi mengalami stunting, upaya pencegahan juga menjadi bagian penting dalam rembuk tersebut. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.

Sinergi dengan UPT Puskesmas Pagelaran, bidan desa, penyuluh KB, kader Posyandu, KPM, pemerintah kecamatan dan pemerintah pekon diharapkan mampu memperkuat program percepatan penurunan stunting di Pekon Panutan.

Rembuk stunting juga menjadi sarana untuk membangun kesamaan persepsi bahwa penurunan stunting bukan sekadar mengejar angka, tetapi menyangkut masa depan anak-anak dan kualitas sumber daya manusia di Pekon Panutan.

Dengan demikian, setiap program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak harus diarahkan agar benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita dan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

Kepala Pekon Panutan Agustari bersama jajaran pemerintah pekon berkomitmen mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui kerja sama dengan seluruh pihak terkait. Pemerintah pekon juga diharapkan terus mendorong keterlibatan masyarakat agar pencegahan stunting menjadi gerakan bersama, bukan hanya program pemerintah.

Sementara itu, kehadiran Camat Pagelaran dan jajaran UPT Puskesmas Pagelaran dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pekon dan sektor kesehatan diperlukan untuk memastikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Melalui Rembuk Stunting Pekon Panutan Tahun 2026, seluruh pihak diharapkan tidak berhenti pada pembahasan dan pendataan semata. Hasil rembuk harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan sehingga 12 anak yang saat ini tercatat mengalami stunting mendapatkan perhatian dan pendampingan yang optimal.

Pada saat yang sama, sebanyak 160 balita di Pekon Panutan perlu terus mendapatkan pemantauan agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat terjaga dengan baik.

Pemerintah Pekon Panutan bersama seluruh unsur terkait optimistis bahwa dengan koordinasi yang kuat, pendampingan yang konsisten, serta meningkatnya kesadaran masyarakat, angka stunting di Pekon Panutan dapat ditekan secara bertahap.

Rembuk stunting bukan sekadar forum pertemuan, melainkan menjadi titik awal untuk memastikan setiap anak di Pekon Panutan memiliki kesempatan tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik. ( Mus )