Solidaritas Pemuda Nusantara Dideklarasikan di Yogyakarta, Satukan Gerakan Sosial dan Kebangsaan

Solidaritas Pemuda Nusantara Dideklarasikan di Yogyakarta, Satukan Gerakan Sosial dan Kebangsaan

update peristiwa
Selasa, 27 Januari 2026


Updateperistiwa.com, YOGYAKARTA – Semangat persatuan pemuda kembali mengemuka. Solidaritas Pemuda Nusantara (SPN) resmi dideklarasikan pada Selasa, 27 Januari 2026, di Pegassus, Jalan Magelang, Yogyakarta.

 Deklarasi ini menjadi penanda lahirnya wadah pemuda lintas daerah yang fokus pada gerakan sosial, kebangsaan, dan kolaborasi nyata.

Acara deklarasi dihadiri puluhan pemuda dari berbagai latar belakang. SPN digerakkan oleh tujuh presidium, yakni Hariyanto, S.H., Victor Lobiua, Kristianto Ari W., Agung Dwi A.P., Sutan F., Robert, serta Kamarudin Souwakil, S.Pd., M.I.P., yang sepakat membangun organisasi pemuda yang independen, inklusif, dan terbuka.

Kehadiran SPN dimaknai sebagai upaya menyatukan energi pemuda Nusantara dalam bingkai kebersamaan dan gotong royong, sekaligus menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.

Salah satu presidium SPN, Hariyanto, S.H., menegaskan bahwa SPN tidak ingin berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, organisasi ini dirancang sebagai ruang aktualisasi dan kerja nyata pemuda di tengah masyarakat.

“SPN lahir sebagai rumah bersama. Kami ingin pemuda hadir dengan kepedulian sosial, semangat kebangsaan, dan aksi konkret, bukan hanya wacana,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Kamarudin Souwakil, S.Pd., M.I.P. Ia menilai pemuda harus mengambil posisi strategis sebagai agen perubahan yang aktif dan konstruktif.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. SPN ingin menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang kolaborasi untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial, budaya, dan kemanusiaan,” katanya.

Pasca deklarasi, SPN mulai menyusun langkah organisasi melalui konsolidasi anggota dan perumusan program kerja. Sejumlah agenda prioritas yang akan dikembangkan antara lain penguatan karakter dan kepemimpinan pemuda, gerakan sosial dan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta penguatan jejaring pemuda lintas daerah.

Deklarasi Solidaritas Pemuda Nusantara di Yogyakarta ini menjadi sinyal bahwa pemuda Indonesia mulai merapatkan barisan, menyatukan potensi, dan bersiap mengambil peran penting dalam menjawab tantangan zaman.(Tim)